Featured

Premier

This is the post excerpt.

Advertisements

Sebenarnya saya cuma kadang- kadang saja dipanggil Dide. Tapi karena nama Diah sudah banyak yang pakai di dunia maya ini, akhirnya pakai sebut saja namanya Dide yak😅.

Saya istri, ibu dari 3 anak sholeh dan sholehah yang sangat suka membaca tapi kaku kalau disuruh menulis. Blog ini dibuat untuk kepentingan IIP, semoga saya bisa masuk matrikulasi dan kelas-kelasnya sehingga mendapatkan banyak kemanfaatan dan keberkahan dunia akhirat.

Salam

Dide

Kurang Piknik

Detik detik menuju berakhirnya musim libur akhir tahun. Apa yang biasanya kita rasakan coba? Kalo saya mah biasanya langsung mikir ntar libur kapan lagi yak?. Hahahahaha..

Idiom “kurang piknik” atau “pikniknya kurang jauh” lazim tercetus dari mulut orang. Termasuk mulut mak-mak. Salah satu cirinya biasanya mulai sering ngomel-ngomel, lesu, suntuk..dan yang jadi kambing hitamnya si “piknik” ini tadi.

Terlintaslah di pikiran saya. Memangnya definisi piknik itu apa sih? Berapa km baru disebut cukup jauh? Berapa lama waktu ideal untuk kembali segar? Dengan siapa pergi piknik yang tepat?

Dan ternyata hasil chat dengan teman teman hasilnya beda-beda. Semua tergantung masing-masing orang. Ada yang bilang jalan ke taman kota sudah masuk kategori piknik. Ada yang sudah keluar kota tapi merasa belum piknik.

Buat saya? Saya mah orangnya gampangan…

  1. Jalan kaki sepulang facial sambil mampir toko dan liat-liat plus nemuin barang bagus dengan harga miring udah piknik.
  2. Makan mie ayam sama suami sambil diskusi yang seru sampai tuntas itu piknik.
  3. Naik kereta penuh bareng anak-anak buat makan es krim di juanda itu piknik.
  4. Nyari nasi uduk pagi-pagi sambil jalan berdua anak cantikku dan makan di pinggir rel kereta itu piknik.
  5. Naik becak bertiga ke pasar pas jagoan kecil tidur siang piknik.

Malah ketika ada kesempatan liburan yang lebih jauh dan dalam formasi komplit, diluar kegembiraan mengunjungi tempat baru dan pengalaman seru dalam waktu yang agak lama, sejujurnya sepulang dari sana saya malah agak sedikit menurun kegembiraannya. Mungkin ini problem utama emak-emak , yaitu tumpukan cucian baju kotor sisa liburan dan saldo di atm yang bikin deg-degan😅.

Anyway, piknik apapun caranya tetap kebutuhan bagi saya. Karena emak harus bahagia. Happy mom raise happy children kan? Modelnya kaya gimana tergantung kita. Yang bisa bilang kurang atau tidak juga kita. Apalagi jarak cukup jauh atau dekatnya.

Dan saat ini adalah salah satu waktu piknik saya, ketika anak-anak menginap di rumah sepupunya, sambungan internet dan kuota yang cukup, setumpuk buku bagus untuk dibaca, cemilan enak tanpa khawatirkan berat badan, friday night with my hubby….heaven!

“Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

QS Al-Ankabut : 20

Saya Tidak Tahu

Bismillahirrahmanirrahim

Saya tidak tahu banyak hal. Dalam beberapa hari terakhir ini saja saya sadar bahwa saya tidak tahu memaksimalkan fungsi smartphone saya. Dan sekarang saya mulai mencari tahu.

Bagaimana saya tahu bahwa saya tidak tahu? Karena saya diberi tahu.

Awalnya saya tertarik dengan postingan seorang teman tentang IIP, ketika ada kesempatan untuk bergabung maka saya mencobanya.

Kesan pertama saya ribet!. Bayangkan ada berapa tahapan yang mesti dilalui buat bisa bergabung. Padahal kan “cuma” grup emak-emak aja. Tapi karena niat mencari tahu saya jalani terus. Ternyata makin kesini saya makin kagum.

Ini bukan grup ecek-ecek. Bukan hanya karena anggotanya sudah tersebar seIndonesia- bahkan ada yg di mancanegara kalau ga salah-. Bukan pula karena umur berdirinya atau kegiatan-kegiatannya. Yang saya dapat -padahal baru sampai PraMatrikulasi- banyak sekali, dan yang sangat berkesan bagi saya adalah bahwa saya tidak tahu tapi banyak jalan untuk mencari tahu dan banyak orang yang mau berbagi pengetahuannya.

Sungguh saya kagum dengan kesabaran dan dedikasi Mak-mak disana dalam mengajarkan dan berbagi pengetahuannya. Berkenan untuk membagi waktu untuk keluarga, pekerjaan dan masih menyempatkan diri untuk bermanfaat bagi sesama. Terima kasih banyak ya Mak!.

Tugas kedua PraMatrikulasi adalah membuat blog, salah satu tujuannya adalah untuk mengikat ilmu yang sudah didapat. Sekaligus sebagai aliran rasa atas kesan yang didapat selama masa pembelajaran.

Jadi postingan pertama saya di blog ini saya dedikasikan untuk belajar.

Saya tidak tahu maka saya belajar.

Depok, 22 Desember 2017